NADIKABAR.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan Jaksel) menyalurkan paket kebersihan dan sanitasi (hygiene kits) bagi penyintas gempa bumi di NTT-Flores.

"Kolaborasi antara dunia usaha dan PMI merupakan bentuk nyata kepedulian kemanusiaan yang dapat memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana," kata Ketua PMI Kota Jakarta Selatan Mundari di Jakarta, Sabtu.

Dalam pelaksanaannya, PMI Kota Jakarta Selatan berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Manggarai sebagai mitra kerja, yang mendukung penyediaan sarana dan fasilitas serta melibatkan personel dan relawan lokal dalam proses penyiapan bantuan.

Pihaknya menyiapkan bantuan yang dikonversikan menjadi paket kebersihan sebanyak 432 paket senilai Rp143 juta atas dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Ancora Indonesia Resources Tbk dan entitas anak perusahaan.

Bantuan tersebut bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan kebersihan diri bagi masyarakat penyintas gempa bumi di NTT-Flores.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Ratno Paskalis Hendrawan mempercayakan PMI Kota Jakarta Selatan sebagai mitra penyaluran bantuan, dengan mempertimbangkan jangkauan jaringan operasi PMI di lapangan dalam mengelola logistik kebencanaan di berbagai wilayah di Indonesia.

Berdasarkan hasil asesmen dan pendataan ulang pada 20 Oktober 2026, distribusi bantuan itu dilaksanakan di desa-desa terdampak di dua wilayah, yakni Kabupaten Manggarai sebanyak 232 paket ke Desa Bea Kakor dan Desa Ndehes.

Kemudian, Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 200 paket ke Desa Reok, Desa Dampek, dan Desa Waso.

PMI turut menggandeng pemerintah daerah selaku pemangku wilayah setempat untuk memastikan bantuan tersebut dapat disalurkan sesuai dengan data masyarakat yang terdampak.

Melalui kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, PMI terus berupaya memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, sekaligus mendukung proses pemulihan menuju kehidupan yang lebih sehat dan mandiri.

Pascagempa bumi 7,7 Magnitudo yang melanda wilayah NTT-Flores pada 15 Agustus 2026, pemenuhan kebutuhan sanitasi dan kebersihan diri menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak.

Keterbatasan akses terhadap sarana sanitasi yang layak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit lainnya, terutama bagi kelompok rentan.