Kolaborasi ini menempatkan literasi sebagai pintu masuk pemberdayaan. Upaya ini selanjutnya diperkuat dengan pemetaan potensi dan aspirasi desa, serta pendampingan kelompok usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, edukasi juga akan diberikan mengenai pencegahan, deteksi dini, serta pendampingan hukum agar masyarakat prasejahtera di Indonesia sadar akan persoalan hukum.

Reda menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan agenda pembangunan desa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Mari bersama-sama menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya Asta Cita keempat dan keenam, membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ujarnya.

Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan pendekatan pemberdayaan yang selama ini dijalankan PNM melalui program Mekaar. Menurutnya, pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan dan kapasitas nasabah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.