"Sangat sulit untuk menentukan hukuman yang adil ketika dari 115 dakwaan, Anda dinyatakan bersalah atas 114 di antaranya. Sebab, ada klub lain seperti Nottingham Forest atau Everton yang melanggar aturan namun menerima sanksi yang berbeda, baik pengurangan poin maupun denda," kata Mauricio Pochettino, melansir ESPN.
"Ini adalah situasi yang sangat sulit dan mengejutkan mengingat besarnya putusan tersebut. Dan wajar juga untuk bertanya di mana pengawasan yang seharusnya ada, sehingga aturan bisa dilanggar seperti itu. Itulah yang paling menarik perhatian saya," terangnya.
Pochettino mengambil contoh saat Spurs baru membangun stadion sehingga sulit mendatangkan pemain. Ia mempertanyakan mengapa Spurs dikontrol ketat sementara tim lain justru tampak longgar pada aturan.
"Itu merupakan kerugian besar karena kami sedang bersaing dengan tim-tim terbaik dan berhasil mencapai final Liga Champions [pada 2019]," katanya.