NADIKABAR.COM — Di tengah gurun Yordania, terdapat sebuah pohon yang menjadi perhatian karena dikaitkan dengan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Syam ketika masih muda. Pohon tersebut dikenal dengan nama Pohon Sahabi.

Sebagian masyarakat bahkan menjulukinya The Only Living Sahabi atau 'sahabat yang masih hidup'. Sebutan itu muncul karena pohon tersebut dipercaya menjadi tempat Nabi Muhammad SAW berteduh dalam perjalanan menuju Syam bersama pamannya, Abu Thalib.

Namun, benarkah pohon yang masih berdiri hingga kini itu merupakan pohon yang pernah menaungi Rasulullah SAW?

Kisahnya tidak terlepas dari perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Syam dan pertemuannya dengan seorang pendeta bernama Bahira.

Dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam dikisahkan, ketika Muhammad SAW masih kecil, Abu Thalib pernah mengajaknya melakukan perjalanan dagang menuju Syam bersama rombongan Quraisy.

Saat tiba di Bushra, sebuah wilayah di Syam, rombongan tersebut singgah tidak jauh dari sebuah biara. Di tempat itu tinggal seorang pendeta bernama Bahira yang dikenal memiliki pengetahuan agama.

Selama ini, Bahira disebut tidak pernah menyambut rombongan dagang Quraisy yang singgah di sekitar biaranya. Namun, pada hari itu, ia justru menyiapkan makanan dan meminta seluruh anggota rombongan datang untuk menyantap hidangan tersebut.

Bahira kemudian memperhatikan satu per satu anggota rombongan. Perhatiannya tertuju kepada Muhammad SAW.

Dalam kisah tersebut, Bahira melihat sejumlah tanda yang diyakininya sebagai ciri kenabian. Ia kemudian berbincang dan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Muhammad SAW.