Kondisi tersebut mendorong personel Markas Unit (Marnit) Polairud Pulau Morotai berinisiatif mengumpulkan dana secara sukarela untuk menyediakan perahu longboat bagi penyeberangan pelajar.
Azhari mengapresiasi inisiatif personelnya yang berhasil menyediakan perahu berkapasitas 13 orang dengan mesin berkekuatan 15 tenaga kuda (PK). Perahu tersebut telah digunakan untuk membantu penyeberangan para pelajar dalam beberapa hari terakhir.
“Sebagai pimpinan, saya memberikan apresiasi kepada mereka karena sudah berinisiatif mengumpulkan dana secara sukarela untuk membangun sebuah perahu longboat dengan kapasitas 13 orang dan mesin 15 PK,” ujarnya.
Ia mengatakan, personel Polairud melayani penyeberangan 13 pelajar tersebut setiap hari sekolah, dengan tiga kali perjalanan untuk mengantar siswa ke sekolah dan tiga kali perjalanan untuk menjemput mereka saat pulang.