"Pengecatan itu ada prosesnya, tidak bisa dilakukan sekali jadi. Kalau ada lecet, harus diperbaiki lagi," ujar Alfayed.
Pada kategori IDK, Tim Laksamana 3 mengembangkan desain kapal menggunakan axbow, interceptor, dan material HDPE untuk mengurangi hambatan ketika kapal beroperasi. Pengurangan hambatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kecepatan sekaligus menekan konsumsi bahan bakar.
"Kapal yang semakin besar hambatannya, semakin terhalang pula kecepatannya. Jadi kami ingin mengurangi estimasi konsumsi bahan bakar sekaligus membuat kapal jauh lebih cepat dengan menggunakan axbow sebagai pemotong aliran ombak dan interceptor sebagai penyeimbangnya," kata anggota Tim Laksamana 3 M. Kenzie Bravo.
Direktur Polbeng Johny Custer mengatakan capaian mahasiswa tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor kemaritiman.
"Kemenangan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus belajar dan berinovasi, menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi dan dapat memberikan dampak nyata," ujar Johny.