Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah Zulviany mengatakan daerah itu mendapat alokasi pengembangan bawang putih seluas 3.000 hektare pada 2026.

Ia menjelaskan pengembangan tersebut perlu memperhatikan kesesuaian lahan, penggunaan benih bermutu, serta penerapan teknik budidaya yang tepat.

Untuk itu, ia mengapresiasi komitmen Polda Sulteng dalam mendukung pengembangan bawang putih dalam mendorong penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan komitmen Polda Sulteng dalam mendukung pengembangan bawang putih. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik untuk mendorong swasembada bawang putih nasional,” katanya.