NADIKABAR.COM — Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menyatakan tidak ada anggota Jaga Warga di kawasan Malioboro saat terjadi kericuhan dalam unjuk rasa pada 28 Oktober 2026 di Kota Yogyakarta.
"Jadi, yang di Malioboro itu bukan Jaga Warga. Di situ ada komunitas andong, komunitas becak, dan komunitas lainnya. Di situ juga ada laporan menyangkut premanisme," kata Kapolda DIY Irjen Pol. Langgeng Purnomo di Mapolda DIY, Sleman, Sabtu.
Langgeng mengatakan penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan isu yang beredar mengenai massa aksi yang disebut dibenturkan dengan anggota Jaga Warga.
Menurut dia, sejumlah laporan juga menyebut adanya dugaan aksi premanisme di kawasan Malioboro, termasuk orang yang diduga membawa senjata tajam dan minuman keras, melakukan kekerasan, serta praktik parkir ilegal.