NADIKABAR.COM β Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan pengamanan ketat terhadap empat tim negara peserta FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Reydian Kokrosono mengatakan pihaknya telah melaksanakan gelar pasukan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam mengamankan turnamen tersebut, khususnya dari sektor lalu lintas.
βKemarin sudah gelar pasukan, pengamanan FIFA ASEAN Cup di Soreang. Semua sudah siap, lalu lintas pun sudah siap,β kata Reydian di Bandung, Rabu.
Adapun pertandingan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat diikuti oleh Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Reydian mengatakan Polda Jabar juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan jajaran Polda Metro Jaya untuk memastikan pengamanan perjalanan tim dari wilayah Jakarta hingga Jawa Barat.
βKami juga rutin melakukan evaluasi harian untuk menentukan skala prioritas pengamanan operasional di lapangan dari hari ke hari,β katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan dan penumpukan kendaraan menuju Stadion Si Jalak Harupat selama pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026.
Hendra mengatakan pihaknya telah membagi jalur arteri menuju kawasan stadion menjadi enam kawasan pengamanan yang melibatkan 156 personel.
βEnam kawasan tersebut dijaga oleh 156 personel, membentang panjang mulai dari Fly Over Kopo, Sayati, Katapang, Soreang, hingga menuju area gerbang stadion dan Gajah Mekar,β kata Hendra.
Hendra mengatakan personel di lapangan disiapkan untuk menerapkan sejumlah skema pengamanan lalu lintas, mulai dari sterilisasi, penyekatan jalan, hingga pengawalan pergerakan bus pemain dan suporter menuju stadion.
βKami menyadari bahwa ajang berskala internasional ini membawa kebanggaan sekaligus tantangan bagi Jawa Barat. Oleh karena itu, melalui Operasi Garuda Bakti 2026, kami mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, didukung penegakan hukum yang tegas,β ujarnya.