Ia mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan media sosial juga menjadi tantangan dalam menjaga keamanan karena suatu peristiwa dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi masyarakat di wilayah lain.
Karena itu, BKPRMI diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi turut menjangkau remaja dan pemuda yang belum terlibat dalam aktivitas masjid maupun kegiatan sosial yang produktif.
Kapolda juga mendorong BKPRMI mengembangkan satu masjid percontohan di Kota Ambon yang dapat menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan generasi muda.
Masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pendidikan Al-Qurβan, pembentukan karakter, peningkatan kesadaran hukum, pembelajaran teknologi dan pengembangan keterampilan.