Dia menjelaskan jumlah tambak di kawasan tersebut kini telah berkembang dari sebelumnya sekitar 60 menjadi 128 tambak ikan. Pengembangan itu akan terus didorong agar terbentuk rantai pasok SPPG yang berkelanjutan, mulai dari proses budi daya, panen, hingga pemanfaatan hasil produksi.
"Jangan berhenti pada panen hari ini. Setelah panen, kita siapkan kembali tebar benih dan budi daya berikutnya agar ekosistem ini terus berjalan dan manfaatnya semakin luas," ujarnya.
Ia menegaskan keberlanjutan program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, Polda Metro Jaya bersama Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi dan jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) tingkat kabupaten terus membangun koordinasi dalam pengembangan budi daya, pengawasan kualitas hasil produksi, hingga penyalurannya.
Dengan kolaborasi yang baik, kata Asep, pihaknya berharap rantai pasok berjalan lancar, kebutuhan SPPG terpenuhi, dan kesejahteraan masyarakat sekitar ikut meningkat.