Sebelum melakukan donor darah, sebanyak 185 peserta yang terdiri dari personel Polda Metro Jaya dan wartawan terlebih dahulu menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan (skrining) sesuai standar medis yang berlaku.
Berdasarkan laman resmi Polri, Divisi Humas berdiri pada 30 Oktober 1951 dengan nama awal Dinas Penerangan Polri (Dispenpol). Pembentukannya didasarkan pada Order Kepolisian Negara Pertama Jenderal RS Soekanto Nomor 65/IV/1951.
Kemudian, dengan berkembangnya zaman dan kebutuhan organisasi, lembaga tersebut kemudian mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada 2001 berganti nama jadi Puspenpol (Pusat Penerangan Polri), lalu Badan Humas Polri pada 2002, dan resmi bernama Divisi Humas Polri sejak 2005.