NADIKABAR.COM — Polisi masih menyelidiki insiden ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan (Tangsel) hingga menelan korban jiwa. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Metro Jaya diterjunkan untuk menangani korban ledakan.

Berdasarkan data sementara, tercatat 13 menjadi korban, dengan rincian dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya terluka. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan korban luka dirawat di tiga rumah sakit yakni di RS Sari Asih, RSUD Tangerang Selatan, dan di RS Fatmawati.

"Data sementara yang kami terima sebanyak 13 korban, terdiri atas 11 korban luka dan dua meninggal dunia. Tim Dokkes terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan unsur terkait untuk memastikan seluruh korban terdata dan mendapatkan penanganan," kata Budi kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Tim Dokkes Polda Metro Jaya telah mengecek para korban di masing-masing rumah sakit. Sementara itu, Tim DVI Biddokkes Polda Metro Jaya mengidentifikasi dua korban meninggal melalui pencocokan data dan dokumen pendukung serta berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Budi mengatakan, penanganan korban menjadi perhatian utama kepolisian dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Sementara itu, penyebab peristiwa tersebut hingga kini belum dapat dipastikan.

"Kami turut berduka cita kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kepada para korban yang masih menjalani perawatan, kami mendoakan agar segera diberikan kesembuhan. Prioritas kami saat ini adalah memastikan penanganan korban dan keluarganya berjalan dengan baik," tuturnya.

Ledakan dahsyat itu terjadi pada Rabu (14/10) sekitar pukul 18.15 WIB. Polisi menyebut ledakan terjadi di gudang penyimpanan buah, dan memastikan bukan dari bom.

"Hasil olah TKP dengan jibom dan sebagainya, ini bukan bom. Ya, ini bukan bom. Ini adalah ledakan, ya, yang saat ini masih didalami. Memang di luar, setelah olah TKP, ada ditemukan beberapa tabung, ya," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, di lokasi kejadian, Tangsel, Kamis (15/10/2026).

Susatyo menyebut diketemukan tabung gas etilen seberat 52 kilogram. Gas ini biasa digunakan untuk mematangkan buah.

"Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen, ya. Tabung etilen 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah, mematangkan buah," ucapnya.