NADIKABAR.COM β Polda Metro Jaya mengerahkan personel pengamanan yang ditempatkan sesuai kebutuhan dan karakter di 59 kegiatan masyarakat yang terdata berlangsung di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin.
Dari puluhan agenda tersebut, sebanyak 47 di antaranya merupakan aksi penyampaian pendapat di muka umum, sedangkan 12 lainnya merupakan kegiatan masyarakat umum, termasuk pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
βPolri hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi. Kami juga menyiapkan pengamanan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pertandingan sepak bola di GBK, agar seluruh aktivitas dapat berlangsung tertib dan saling menghormati,β kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Senin.
Budi mengonfirmasi penempatan personel difokuskan pada titik penyampaian aspirasi, lokasi kegiatan massa, hingga kawasan yang membutuhkan penanganan lalu lintas.
Ia memaparkan bahwa petugas mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis saat mengawal aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Sementara itu, untuk penanganan kegiatan massa seperti pertandingan sepak bola, pengamanan dan pengaturan lalu lintas diterapkan secara situasional guna mendukung mobilitas penonton dan kelancaran acara.
Polda Metro Jaya mengimbau para peserta aksi untuk menjaga ketertiban serta fasilitas umum.
Kepolisian juga mengajak seluruh suporter untuk mendukung Tim Garuda secara sportif agar iklim keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
Polda Metro Jaya menerjunkan 3.983 personel gabungan yang terdiri atas 3.219 personel Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemda DKI Jakarta, dan 400 personel pengamanan dalam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan selain mengawal jalannya penyampaian aspirasi di lokasi aksi dan jalur pergerakan massa, kepolisian juga menyiapkan langkah pengaturan arus lalu lintas secara fleksibel.
"Rekayasa jalan diterapkan secara situasional agar hak warga untuk menyampaikan pendapat dan hak mobilitas pengguna jalan lainnya dapat berjalan seimbang," ucapnya.