NADIKABAR.COM — Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan donasi sebesar Rp 600 juta kepada warga korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain warga, donasi tersebut juga ditujukan untuk pembangunan fasilitas kepolisian yang berdampak gempa.
"Ini menjadi bagian dari kepedulian kita, empati kita kepada masyarakat di NTT dan juga anggota Polda NTT yang terdampak," kata Kapolda Sultra Irjen Himawan Bayu Aji kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Himawan menuturkan bantuan tersebut bersumber dari donasi kepedulian personel Polda Sultra dan Bhayangkari dan langsung tersalurkan pada hari ini. Ia menambahkan, donasi tersebut sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sesama jajaran Polri.
"Ada beberapa asrama, mungkin juga ada beberapa Polres yang terkena. Intinya, kepedulian terhadap sesama harus terus terjaga ketika anggota maupun masyarakat menghadapi musibah," ujarnya.
Himawan berharap bantuan tersebut mampu meringankan masalah warga dan personil Polda NTT. Ia juga berharap agar NTT segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.
"Mudah-mudahan bisa cepat diatasi dan bisa pulih kembali sehingga aktivitas masyarakat di NTT dan aktivitas mobilitas kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh Polda NTT itu bisa normal kembali seperti biasa," ungkapnya.
"Mudah-mudahan soliditas kita di tim redaksi Polda-Polda Polri ini, kemudian rasa empati kita sesama kita itu terjalin dengan baik," tutupnya.
Untuk diketahui, gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 telah mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Tercatat hingga saat ini telah ada sebanyak 135 orang dilaporkan meninggal dunia.
"Sebanyak 48 orang meninggal dunia akibat dampak langsung dan 87 orang meninggal dunia akibat dampak tidak langsung," demikian keterangan resmi BNPB yang disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Kamis (10/9/2026).
Selain itu, sebanyak 1.762 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut, sementara 60.572 warga terpaksa mengungsi.
BNPB juga mencatat sebanyak 98.986 rumah warga mengalami kerusakan. Rinciannya meliputi 26.089 rumah rusak berat, 22.505 rumah rusak sedang, dan 50.392 rumah rusak ringan.
Sementara itu, kerusakan fasilitas umum mencakup 712 fasilitas pendidikan, 620 tempat ibadah, serta 157 fasilitas kesehatan. "Sebanyak 663 unit kantor terdampak, 175 titik jalan rusak, dan 47 fasilitas irigasi terdampak," lanjut keterangan BNPB.