Ketegangan memuncak saat Katty dipaksa hadir ke lokasi klub sebelum diizinkan menuju rumah sakit di Bandung. Hal itu dilakukan agar pemilik klub bisa melihat langsung kondisi Katty sebagai bukti ia benar-benar sakit. Sang DJ mengaku sangat terpukul dan malu karena harus tampil di hadapan publik dalam kondisi menggunakan baju tidur dan kursi roda.

"Aku kayak... aduh aku gak bisa, aku pakai baju tidur, aku benar pakai berantakan banget, pakai baju tidur celana pendek gak sopan banget lah. Mereka bilang 'gak apa-apa Kak, langsung aja naik kursi roda nanti kita langsung ke room'. Aku juga sampai waktu di itu aku juga nangis ya," kenang Katty Butterfly.

Setelah insiden tersebut, upaya mediasi untuk menjadwalkan ulang penampilan atau pengembalian dana sesuai klausul keadaan darurat (force majeure) dalam kontrak menemui jalan buntu. Pihak klub justru menuntut ganti rugi sebesar Rp 146,5 juta. Nilai tersebut dianggap sangat tidak wajar mengingat kontrak kerja sama awal hanya bernilai Rp 45 juta.