NADIKABAR.COM — Nama kreator konten Willie Salim, menjadi pusat perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Sorotan tersebut bermula dari keterlibatan, dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta hingga berujung pada pembatalan kehadiran dalam gelaran Konser Langit di Solo.
Polemik bermula ketika Willie Salim menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026).
Acara tersebut memicu gelombang kritik di media sosial. Kehadiran selebritas di lokasi, termasuk Willie Salim, menuai reaksi tajam dari warganet.
Merespons polemik yang meluas, Willie Salim memberikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya. Ia menegaskan posisinya murni sebagai tamu undangan, tidak terlibat dalam teknis acara, dan tidak menerima imbalan.
"Saya hadir karena mendapatkan undangan. Saya tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apa pun," tulis Willie Salim.
Willie Salim juga mengakui, kekurangtelitian dalam memahami latar belakang acara sebelum memutuskan hadir.
"Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf atas kurangnya ketelitian saya dan kekecewaan yang timbul dari kehadiran saya," ungkapnya.
Polemik dari acara di Jakarta tersebut berdampak pada agenda Willie Salim berikutnya, di Jawa Tengah. Namanya yang sempat masuk dalam daftar selebritas yang akan tampil di acara Konser Langit di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Minggu (1/11/2026), memicu penolakan publik dan seruan boikot.
Melihat situasi tersebut, pihak panitia Konser Langit, resmi memutuskan untuk membatalkan kehadiran Willie Salim beberapa jam sebelum acara dimulai.
Penyelenggara mengklarifikasi keterlibatan Willie sejak awal bukan sebagai pengisi acara musik hiburan.
"Bang Willie Salim bukan dihadirkan sebagai pengisi acara atau performer musik. Beliau bukan seorang penyanyi. Rencana kehadiran beliau adalah dalam rangka syiar perjalanan keislamannya melalui pengikraran syahadat secara resmi, sekaligus prosesi penerbitan sertifikat mualaf," tulis pihak penyelenggara dalam pernyataan resminya.
Pihak manajemen Konser Langit menegaskan konsep acara telah dirancang jauh sebelum peristiwa 29 Oktober 2026 bergulir, sekaligus melayangkan permohonan maaf terbuka atas kesalahpahaman informasi.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila informasi terkait kehadiran Bang Willie Salim dalam acara ini telah menimbulkan ketidaknyamanan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kami menghormati setiap aspirasi, kritik, dan pandangan yang disampaikan," lanjut panitia.
Tanpa kehadiran Willie Salim, gelaran dakwah dan musik religi di Solo tersebut tetap berjalan sesuai jadwal dengan jajaran pengisi acara utama, seperti Ustaz Derry Sulaiman, Opick, dan Charly Van Houten.