NADIKABAR.COM — Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) guna mengatasi masalah pengangguran demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kenapa kami memiliki kepedulian terhadap pengangguran? Karena pengangguran berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas. Kami juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Desa,” kata Suyudi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (bhabinkamtibmas) bersama perangkat desa akan turun langsung untuk mencari orang-orang yang memerlukan pekerjaan.
Kemudian, orang-orang tersebut akan diberi pelatihan. Pada tahap itu, Polri juga akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
“Kami latihkan secara soft skill sehingga masyarakat yang pada hakikatnya ‘berkebutuhan’ dalam hal pekerjaan, itu bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi itu,” ujarnya.
Setelah mendapatkan bekal yang mumpuni, orang-orang tersebut akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan dan yang telah bekerja sama dengan Polri.
“Nanti ini ada launching-nya yang akan kami lakukan secara nasional. Saat ini kami sedang persiapkan,” katanya.
Selain dengan Kemenaker, Polri bekerja sama juga dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pelatihan.
“Kami juga bekerja sama dengan Kemendagri karena nanti akan bersama dengan provinsi-provinsi. Di daerah masing-masing ada Balai Latihan Kerja (BLK). Itu yang nanti akan kami sinergikan,” ujarnya.
Melalui program Poliran, Suyudi berharap orang-orang yang membutuhkan pekerjaan, termasuk orang yang pascarehabilitasi narkoba dan belum mendapat pekerjaan, bisa kembali produktif. Dengan begitu, angka kriminalitas dapat menurun dan situasi kamtibmas bisa terjaga.
Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan program Poliran sejalan dengan program Kemendes PDT, yakni “12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia”.
“Jadi, akan kami sandingkan Poliran itu dengan desa-desa tematik. Kami punya program desa ekspor yang juga bisa menyerap tenaga kerja banyak. Kami punya program desa wisata juga menyerap tenaga kerja yang banyak dan menghasilkan uang yang banyak,” jelasnya.
Dengan mengolaborasikan kedua program, diharapkan jumlah pengangguran di desa-desa dapat berkurang, demikian Yandri.