NADIKABAR.COM — Polisi masih memburu pelaku pencurian yang menggigit telinga korban saat aksinya kepergok di Jalan Gandaria I, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
"Pelaku masih kita buru, masih kita dalam proses lidik," kata Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (24/8) sekitar pukul 03.00 WIB ketika korban, Maryati (54) sedang tertidur di rumahnya.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku masuk ke dalam rumah dengan mendorong pintu.
"Pelaku masuk ke kontrakan saat korban sedang tidur, lalu terbangun kaget, pelaku panik dan membekap mulut korban dan menggigit telinga korban," jelas Wayan.
Korban selanjutnya mendapatkan penanganan medis dan saat ini berada di Rumah Sakit Pasar Rebo. "Korban berada di RS Pasar Rebo," ujar Wayan.
Polisi telah memeriksa dua orang saksi dalam perkara tersebut. Kedua saksi yang telah dimintai keterangan untuk sementara merupakan anggota keluarga korban.
"Kami sudah meminta keterangan dua orang dari pihak keluarga untuk mempermudah proses penyelidikan," ujar Wayan.
Selain memeriksa saksi, petugas mengamankan baju korban sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan.
Kasus tersebut dilaporkan kepada polisi pada Kamis (24/9) pukul 07.46 WIB. Laporan dibuat setelah kejadian pencurian dan kekerasan yang dialami korban.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung di wilayah hukum Polsek Pasar Rebo. Polisi akan melakukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan barang bukti yang telah dikumpulkan.
Sementara itu, adik korban yakni Mardiyana mengatakan, usai kejadian dirinya membawa sang kakak ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat. Namun, korban dirujuk ke RSUD Pasar Rebo.
Korban ditangani oleh dokter spesialis bedah dan diharuskan menjalani tindakan operasi untuk pemulihan luka bagian telinga kirinya yang putus.
Korban seharusnya menjalani operasi pada Jumat (25/9), namun batal karena kondisi tekanan darahnya tinggi diduga pengaruh korban masih ketakutan akibat kejadian.
"Kemarin disuntik tetanus. Suntik tetanus sudah dua kali disuntikkan, terus harus ada pembedahan. Kayak penyambungan ada urat yang harus disambung atau apa, jadi harus operasi," kata Mardiyana.