Salah satu persoalan yang diprotes warga adalah debu akibat aktivitas pengangkutan material di sekitar kawasan permukiman.

Kericuhan tersebut mengakibatkan enam orang mengalami luka akibat senjata tajam, terdiri atas lima warga setempat dan seorang warga negara asing.

"Untuk perkembangan korban luka yaitu lima dari warga terkena benda tajam, rata-rata kena sabetan di kaki dan tangan, dan satu dari warga negara asing," kata Reza.

Selain menimbulkan korban luka, kericuhan mengakibatkan lima mobil operasional rusak dan lima alat berat jenis ekskavator milik perusahaan dibakar massa.