"Kami mengimbau kepada saudara-saudara kami yang akan menyampaikan pendapat agar tidak mencederai perjuangan dalam ekspresi ataupun penyampaian pendapat di muka umum," katanya.

Selain itu, kepada wartawan, Reynold menjawab pertanyaan soal kemungkinan proses hukum terhadap para aktivis Greenpeace Indonesia itu.

"Ya, nanti kita lihat. Yang utama itu adalah keselamatan bagi mereka dulu," katanya.

Selain itu, dia juga memastikan kepolisian akan melihat kronologi lewat kamera pengawas lingkungan (CCTV) hingga para aktivis bisa naik ke Tugu Selamat Datang dan memasang spanduk raksasa.

"Ya, tentu pada saat tadi kita lihat di sini saat ini air mancurnya mati. Tapi sejak malam dan ini adalah aktivitas yang memang air mancurnya itu hidup. Dan ini bagian dari kegiatan di Bundaran HI yang menggunakan air mancur sebagai sudut pandang keindahan melintas dalam Bundaran HI. Itu yang menjadi utama terlihatnya, makanya di sini pada saat melakukan hal tersebut sangat dimungkinkan mereka naik pada jam berapa, itu akan dilakukan pemeriksaan dari CCTV untuk lebih lanjut dalam proses waktu yang tepat kapan mereka naik ke atas," tuturnya menjawab pertanyaan wartawan.

Sebelumnya, sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang dan membentangkan spanduk berukuran besar berlatar kuning dari bagian atas monumen hingga area kolam.

Spanduk tersebut memuat pesan mengenai dampak bencana, biaya hidup, serta seruan penanganan krisis iklim.

Terpisah, Alif Fauzi dari LBH Jakarta yang menjadi bagian tim pendamping aktivis Greenpeace Indonesia mengatakan sebelumnya total ada 11 orang, termasuk enam yang diamankan kepolisian.

Sebagian sudah diperbolehkan pulang, kecuali enam yang dievakuasi dari tugu Selamat Datang.