Arlan membenarkan adanya aroma bahan bakar yang tercium di TKP yang diduga digunakan untuk membakar korban. Namun, ia belum bisa memastikan bahan bakar apa yang digunakan.

"Memang tercium aroma bahan bakar yang digunakan untuk media melakukan pembakaran. Untuk saat ini masih kita lakukan uji laboratorium forensik untuk memastikan jenis apa bahan yang digunakan untuk melakukan pembakaran tersebut," ungkap Arlan.

Arlan juga menuturkan bahwa tidak ada identitas yang ditemukan melekat pada tubuh korban saat ditemukan. Karena belum ada keluarga yang mencari, pihaknya terus mendalami identitas korban salah satunya melalui sidik jari.

"Untuk korban pada saat ditemukan tidak ada identitas, kemudian belum ada juga keluarga yang mengakui untuk yang merasa kehilangan. Saat ini kita masih melakukan pendalaman terkait dengan sidik jari dari korban dan kami mohon doa dari seluruh masyarakat semoga mudah-mudahan untuk korban segera terungkap identitasnya," ujar Arlan.

Diberitakan sebelumnya, mayat wanita tanpa identitas ditemukan dalam kondisi terbakar di pos ronda Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Wanita itu diduga korban pembunuhan.

Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan keberadaan mayat itu diketahui pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Keberadaan mayat tersebut mulanya diketahui oleh saksi satu bernama Wahyudi (36) yang melihat pos ronda terbakar.

"Menurut keterangan saksi 1, pada saat ingin membeli makan, melihat ada pos ronda yang terbakar tetapi tidak mengetahui kalau ada mayat di pos ronda tersebut. Kemudian saksi 1 memanggil saksi 2 dan saksi 3 untuk ikut mengecek keadaan pos ronda dan diketahui ada mayat tanpa identitas yang sudah kaku," kata Rudi saat dihubungi NadiKabar, Selasa (1/9).