NADIKABAR.COM β Kepolisian Resor (Polres) Tolikara, Papua Pegunungan memastikan situasi terkini di daerah setempat kondusif setelah upaya perdamaian yang dilakukan oleh pemerintah daerah, tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda serta forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) wilayah tersebut tercapai pasca konflik.
Perdamaian antara masyarakat yang bertikai di Kabupaten Tolikara telah diselesaikan dengan deklarasi damai ditandai prosesi adat patah panah yang berlangsung di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw dalam keterangannya diterima di Wamena, Minggu, mengatakan situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di daerah ini kondusif setelah deklarasi damai dan harus menjadi komitmen nyata yang dilaksanakan oleh seluruh pihak, bukan sekadar pernyataan yang disampaikan dalam kegiatan seremonial.
"Kami dari jajaran Polres Tolikara mengajak seluruh masyarakat khususnya kedua keluarga yang bertikai agar benar-benar menjaga komitmen perdamaian yang telah disepakati bersama. Tidak boleh ada lagi tindakan saling menyerang, provokasi maupun aksi balas dendam,β katanya.
Dia menegaskan apabila di kemudian hari muncul persoalan, diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah bersama tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
βMasyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk kabar provokatif yang berpotensi kembali memicu perselisihan. Seluruh elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga keamanan dan memberikan kesempatan bagi proses pemulihan sosial berlangsung dengan baik,β ujarnya.
Sementara itu Bupati Tolikara Willem Wandik mengatakan seluruh masyarakat untuk kembali mengingat ikatan persaudaraan dan nilai-nilai keimanan yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Tolikara.
"Kita ini satu tubuh di dalam Kristus dan kita semua adalah keluarga. Kejadian ini merupakan sesuatu yang tidak kita inginkan dan menjadi musibah bagi kita bersama,β katanya.
Dia menegaskan melalui deklarasi damai ini saya berharap seluruh pihak benar-benar berkomitmen menjaga situasi agar kembali normal seperti biasa.
βJangan ada lagi aksi saling menyerang karena hanya akan menimbulkan kerugian baik korban jiwa maupun materi," ujarnya.
Dia mengajak perwakilan kedua pihak untuk menandatangani pernyataan sikap dan deklarasi damai sebagai bentuk komitmen bersama yang disaksikan langsung oleh seluruh unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Kabupaten Tolikara.
Terdapat 10 poin deklarasi di antaranya meneguhkan Kabupaten Tolikara sebagai tanah Injil dan tanah damai, mengakhiri pertikaian dan balas dendam, memulihkan persaudaraan, memperkuat tanggung jawab adat dan keluarga, menghormati hak asasi manusia serta perbedaan keyakinan, hingga menjadikan perdamaian sebagai landasan pembangunan daerah, pentingnya pemulihan korban, penghormatan terhadap proses hukum, pencegahan penyebaran berita bohong dan provokasi, serta pembentukan forum komunikasi perdamaian yang melibatkan kedua pihak, pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan perempuan.