NADIKABAR.COM — Sebanyak 18 orang saksi diperiksa dalam kasus kebakaran KMP Batumandi di Perairan Merak, Banten. Saksi tersebut berasal dari penumpang hingga kru kapal.

"Penyidik Direktorat Polair Polda Banten telah memeriksa 18 orang saksi. Penyelidikan ini masih berjalan. Siapa saja yang diperiksa yang pasti itu dimulai dari penumpang yang ada di kapal, baik itu pengemudi bus, baik itu kepala kamar mesin, kru yang ada di kapal sudah diperiksa," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, Kamis (22/10).

Polda Banten juga berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri melakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab kebakaran.

"Jadi kami pastikan bahwa penyelidikan sampai dengan hari ini masih berjalan kita juga akan berkoordinasi dengan Puslabfor Mabes Polri untuk persiapan olah TKP," katanya.

Kondisi KMP Batumandi kini terbalik setelah terbakar di dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Petugas akan berusaha membalikkan kembali kapal tersebut demi kepentingan penyelidikan.

"Polda Banten juga akan berkoordinasi dengan ASDP dan KSOP untuk membantu proses pengapungan kapal guna mendukung proses penyelidikan," katanya.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha menerangkan berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, insiden dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB ketika KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak.

Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dan sedang menuju Pelabuhan Merak.

Dalam laporan awal kepada VTS Merak, kebakaran diinformasikan berasal dari kamar mesin kapal. Petugas VTS segera menyampaikan informasi keadaan darurat dan mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.

"Berdasarkan informasi yang diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat," ujar Yogie.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kantor SAR Banten, upaya pemadaman dan penanganan kapal melibatkan berbagai unsur dan sarana laut.

Sebanyak 18 kapal dan unsur pendukung dikerahkan dalam operasi tersebut, termasuk KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, KAL Deli, sejumlah kapal tunda, kapal patroli, kapal nelayan dan masyarakat, serta unsur kepabeanan.

Pada pukul 21.25 WIB, TB Karya Pacific 2291 melaporkan bahwa proses evakuasi dan pemadaman KMP Batumandi telah selesai.

Namun, berdasarkan koordinasi dengan unsur terkait, empat kapal tunda masih dinilai diperlukan untuk mendukung penanganan pada saat itu, sebelum TB Karya Pacific 2291 kembali menuju Ciwandan.

Hingga laporan terakhir diterima, seluruh penumpang dan kru KMP Batu Mandi telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tim SAR tetap bersiaga di posko untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi kebutuhan penanganan lanjutan.