Lebih lanjut, Amanda mengaku belum kembali berkomunikasi dengan pihak penyelenggara acara Maulid Nabi sejak mediasi terakhir yang dilakukan di kantor kelurahan.
"Dari awal sampai sekarang saya hanya ketemu dengan mereka sewaktu dimediasi kedua di kelurahan dengan yang dimediasi oleh dimoderasi oleh Ibu lurah Dina. Tapi ya udah, habis itu tidak ketemu lagi," kata dia.
Amanda menegaskan laporan yang dibuatnya ke polisi berkaitan dengan dugaan tindak kekerasan terhadap perempuan, yang menurutnya juga berdampak pada anaknya.
"Sebetulnya adalah inti dari permasalahan ini, yang saya laporkan ini adalah tindak kekerasan terhadap perempuan, saya sebagai ibu dan anak saya," katanya.Selain dugaan kekerasan, Amanda juga mempersoalkan suara keras kembang api yang dinyalakan pada tengah malam. Dia mengatakan suara dentuman tersebut mengganggu waktu istirahat warga, termasuk dirinya dan anaknya, Sandra.
"Saya dan Sandra punya protes yang sama yaitu berisik di tengah malam, di mana waktunya orang sudah deep sleep gitu kok tiba-tiba ada kembang api ini ya, ini bukan petasan biasa, ini kembang api festival gitu yang suaranya tuh bener-bener jeder, jeder, dan dentumannya itu terdengar sampai radius lebih dari 1 kilo saya rasa," sambung dia.