"Kami harus menunggu putusan dari sistem peradilan olahraga, yang akan mengklarifikasi apa yang terjadi, apakah tindakan tersebut ceroboh, apakah kiper seharusnya lebih berhati-hati, atau apakah ia kehilangan fokus dalam permainan dan terlibat dalam tabrakan," kata Kepala Jaksa Penuntut Umum Santa Cruz de Teneride, Jose Luis Sanchez-Jauregui, dilansir dari AS Diario.
"Berangkat dari situ, sistem peradilan olahraga dapat mengeluarkan sanksi. Jika keluarga pemain yang meninggal tidak setuju, mereka dapat melaporkan fakta-fakta tersebut," tegasnya.
Mahkamah Agung Spanyol tidak memasukkan insiden atau kecelakaan di bidang olahraga yang berujung kematian sebagai tindak pidana. Pengecualian terjadi jika itu dimaksudkan sebagai agresi dari satu pemain ke pemain lain pada saat pertandingan dihentikan.