Pihak keluarga bersama warga, RT, RW, hingga Lembaga Musyawarah Desa (LMD) setempat kemudian bahu-membahu menyisir keberadaan korban.

​Sekitar pukul 17.50 WIB, anak pertama, KI, ditemukan oleh warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Pelaku menurunkan KI di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman. Saat ditemukan, korban dalam keadaan syok, linglung, serta sempat menolak diberi minum oleh warga.

Sementara itu, sang adik, CI, baru ditemukan selepas waktu Isya, sekitar pukul 19.00 WIB, di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres arah Bandara Soekarno-Hatta.

​CI sempat menolak berbicara selama hampir satu jam dan hanya memberi isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau diajak berkomunikasi di Pos RW setempat.

Berdasarkan pengakuan kedua korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berinteraksi dengan orang lain.

​Tak hanya menculik dan mengintimidasi, pelaku yang merupakan seorang perempuan dan mengendarai sepeda motor tersebut juga melucuti barang berharga milik kedua korban.