"Ini ada timbangan juga. Kemudian ini (menunjukkan KTP), sepertinya dia itu habis dan dia menggadaikan KTP," ujar Nasriadi.

Ia menjelaskan, pola-pola transaksi seperti ini memang kerap terjadi di lokasi rawan seperti Kampung Ambon atau Kampung Boncos.

"Ada yang hanya menjual (menyewa) alat-alat seperti ini (bong), ada juga yang menjual narkoba. Misalnya seperti (lapak narkoba) ini, dipakai tempatnya, kemudian disewakan alat Rp2 ribu dan top up juga. Artinya, kalau pengen nambah lagi tinggal tambah Rp5 ribu," tutur Nasriadi.

Dikatakan Nasriadi, pola-pola seperti itu membuat para pecandu dan pengedar nyaman bertransaksi di lokasi tersebut.