Para tersangka adalah tiga pembuat dan pembawa bom molotov FH (26) asal Kelurahan Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang; YWW (25) asal Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang; dan IR (23) asal Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Sementara itu, sembilan tersangka yang turut membantu pembuatan yakni DRA (24) asal Kecamatan Klojen, Kota Malang; BSR (23) asal Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang; KA (27) asal Kelurahan Cemoro Kandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang; BPT (21) asal Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Kemudian, AGP (29) asal Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang; IZA (25) asal Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang; AD (25) asal Kecamatan Klojen, Kota Malang; ABA (25) asal Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang; serta MJM (24) asal Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Danang mengatakan, bom molotov yang dibawa sekelompok orang itu diduga akan digunakan untuk memicu kerusuhan dalam aksi demonstrasi yang sedang berlangsung di Balai Kota Malang.
Akibat perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan Pasal 306 KUHP juncto Pasal 20 KUHP dan atau Pasal 248 KUHP.
"Modus operandi para pelaku ini, yaitu para pelaku secara bersama-sama membuat dan membawa bom molotov yang direncanakan untuk digunakan memicu kerusuhan pada saat penyampaian aspirasi di depan Balai Kota Malang," ujar Kapolres Danang.
Selain menyita empat botol bom molotov, polisi juga mengamankan tiga botol minuman keras jenis arak, 12 gawai, serta sejumlah setel pakaian milik pelaku.
Danang mengatakan, polisi juga mendapati seluruh tersangka terbukti mengonsumsi narkoba dan psikotropika berdasarkan hasil pemeriksaan medis, seperti THC dan Benzo.
"Kemudian, ketika diamankan, 12 tersangka ini dilakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan kesehatan maupun dilakukan cek urine. Kedua belas orang tersebut setelah dilakukan pengecekan hasilnya positif THC dan Benzo," ucap Danang.
Sebelumnya, ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi demonstrasi memperingati 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di tengah guyuran hujan, di depan Balai Kota Malang, Rabu (28/10).