Selain itu, dia juga memerintahkan dilakukan penutupan sementara TK tersebut dan menyatakan bahwa dukungan psikologis akan diberikan kepada anak-anak dan staf sekolah itu.
Aksi penembankan ini menjadi peristiwa terbaru yang mengguncang Thailand. Sebelumnya, sekitar satu bulan lalu seorang remaja menembak mati kakek dan neneknya, kemudian menembak mati lima orang staf dan seorang murid di sekolahnya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
Sebelumnya otoritas Thailand berjanji untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api, karena merupakan kawasan kepemilikan senjata api tertinggi.
Tahun 2022 lalu, seorang mantan polisi yang bersenjatakan pistol dan pisau menyerbu sebuah tempat penitipan anak di Thailand bagian utara. Sedikitnya 24 anak dan 12 orang dewasa tewas dalam penyerangan mengerikan tersebut, yang tercatat sebagai salah satu pembantaian paling mematikan di negara tersebut.