NADIKABAR.COM — Polisi menyebut keributan tim redaksi orang tua santri Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI) dan massa Ponpes Darul Istiqomah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipicu sengketa kepemilikan lahan. Petugas pun telah turun tangan melerai pertikaian tersebut.
"Kita kurang mendalami, tapi informasi bahwa (sengketa kepemilikan lahan tim redaksi dua yayasan) ini sudah berjalan beberapa tahun," ujar Kabag Ops Polres Maros Kompol Syarifuddin kepada wartawan di lokasi, Jalan Poros Maros-Makassar, Kecamatan Mandai, Maros, Selasa (8/9/2026).
Kedua yayasan tersebut diketahui terlibat sengketa hak pemilikan lahan yang di atasnya berdiri dua aset, yakni Ponpes Darul Istiqomah dan Sekolah Putri Darul Istiqomah. Kendati demikian, Syarifuddin tidak menjelaskan lebih lanjut terkait dua yayasan yang terlibat sengketa tersebut.
"Yang ada di sini dua (sekolah) kan, ada SPIDI, ada Istiqomah. Kita harapkan kedua-duanya bisa berjalan semua proses," jelasnya.
Kompol Syarifuddin menegaskan pihaknya turun tangan setelah menerima laporan terjadinya keributan. Sementara terkait sengketa kepemilikan lahan, pihaknya mengimbau masing-masing pihak dari kedua yayasan agar sama-sama menahan diri.