NADIKABAR.COM — Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota mengamankan sopir truk bermuatan semen berinisial TM yang memicu terjadi insiden kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan enam warga meninggal dunia di area halte Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
"Kami telah mengamankan sopir truk berinisial TM yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Yang bersangkutan telah diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Pol. Putu Kholis Aryana di Bekasi,Jawa Barat, Minggu.
Dia mengatakan sopir truk molen itu saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Metro Bekasi Kota sebagai saksi meski tidak menutup kemungkinan naik status menjadi tersangka.
"Tentu apabila bukti-bukti telah mencukupi dan perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan, tidak menutup kemungkinan statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka," katanya.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti serta meminta keterangan dari para saksi di sekitar lokasi kecelakaan. Seluruh hasilnya akan digunakan untuk kepentingan penyelidikan maupun penyidikan perkara ini.
Petugas turut mendalami kelaikan kendaraan yang dikemudikan TM khususnya berkaitan aktivitas perawatan serta pemeliharaan berkala, termasuk apakah truk tersebut telah menjalani uji KIR sesuai ketentuan.
"Dokumen-dokumen kendaraan juga akan kami pelajari dan dijadikan bahan untuk melengkapi proses penyelidikan," ucapnya.
Putu yang tengah berada di lokasi kejadian turut menyampaikan keprihatinan terdalam atas peristiwa nahas tersebut terlebih insiden ini mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia terdiri atas satu anak serta lima orang dewasa. Korban meninggal telah dievakuasi ke dua rumah sakit. Satu korban dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang sedangkan lima korban lain di RSUD Kota Bekasi.
Sementara enam korban luka-luka saat ini masih mendapatkan perawatan di rumah sakit berbeda. Empat korban dirawat di RS Juwita dan dua korban lain di RS Siloam Rawa Panjang.
Kapolres menyatakan kronologis kejadian sementara menurut saksi bermula ketika truk molen melaju dari arah timur menuju barat dengan kondisi jalan menurun sebelum TKP. Di saat bersamaan, truk bernopol B 9548 MV itu diduga mengalami masalah pada sistem pengereman.
Dalam kondisi tersebut, sopir truk berusaha membanting setir dan mengarahkan kendaraan mendekati tembok pembatas kampus BSI dengan Jalan Cut Mutia Rawalumbu, Kota Bekasi.
Namun karena kendaraan diduga tidak dapat dikendalikan akibat permasalahan pada sistem pengereman, truk kemudian menabrak 12 orang yang sedang menunggu transportasi umum di halte depan gerbang kampus BSI Kota Bekasi.