"Dari hasil pemeriksaan data digital pada telepon genggam tersangka, penyidik menemukan seruan yang mengarah pada tindakan kriminal, seperti membawa bom molotov, membakar kantor polisi, menyerang personel Polri, hingga merusak fasilitas umum," katanya.

Selain menyita barang bukti digital, polisi menyita satu bilah senjata tajam yang berada dalam penguasaan tersangka. Penyidik masih menelusuri asal-usul senjata tersebut dan melakukan pengembangan terhadap pengelola akun lain yang diduga turut menyebarkan narasi provokatif.

"F kini telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia disangkakan melanggar Pasal 247 dan/atau Pasal 248 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun," ucap Verdika.