Pesan lainnya berkaitan dengan pencegahan kekerasan berbasis gender. Para pelajar diberikan pemahaman agar tidak melakukan maupun mendukung tindakan kekerasan, pelecehan, intimidasi, pemaksaan, ucapan yang merendahkan serta penyebaran foto atau video pribadi seseorang, termasuk konten yang dibuat atau diedit menggunakan AI tanpa izin.

Jika menemukan teman yang menjadi korban, para pelajar diimbau tidak menyalahkan atau menghakimi korban. Mereka diminta memberikan dukungan serta membantu melaporkan kejadian tersebut kepada guru, orang tua, pihak sekolah maupun pihak berwenang agar dapat ditangani dengan tepat.

Mengakhiri amanatnya, Kapolres Grobogan mengutip pesan filsuf Yunani, Aristoteles, bahwa pendidikan memiliki akar yang pahit, tetapi buahnya manis. Pesan tersebut disampaikan untuk mengingatkan para pelajar bahwa proses belajar membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan kerja keras, tapi dapat menjadi bekal dalam meraih masa depan.

"Kepada seluruh siswa, tingkatkan kedisiplinan, hormati guru dan orang tua, sayangi teman, belajar dengan sungguh-sungguh serta jaga nama baik diri sendiri, keluarga dan sekolah, baik di dunia nyata maupun dunia maya," pungkasnya.