Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan, pengamanan bandara tidak hanya dilakukan untuk menghadapi situasi rutin. Polisi juga harus menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan, termasuk kondisi yang dapat berdampak pada kelancaran penerbangan.
"Keamanan dan kenyamanan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan komunikasi tim redaksi kepolisian dengan pengelola bandara harus terus diperkuat," kata AKBP Wisnu Kresno Putranto kepada NadiKabar, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, koordinasi dengan pengelola bandara menjadi penting untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal. Termasuk kemungkinan perubahan situasi penerbangan akibat faktor eksternal seperti aktivitas vulkanik.
"Kita harus mengetahui setiap potensi kerawanan dan menyiapkan langkah antisipasinya. Jangan sampai ketika terjadi gangguan baru kita bertindak. Semua harus dipersiapkan sejak awal," tegasnya.
Kresno menambahkan, jika Bandara Dhoho nantinya dipercaya menjadi embarkasi haji 2027, pola pengamanan akan membutuhkan kesiapan lebih besar. Polisi harus mengantisipasi kepadatan jemaah, keluarga pengantar, kendaraan, barang bawaan, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.