"Tiga hari terakhir ini banyak bencana di Kabupaten Malang, terutama di wilayah timur. Ada beberapa sawah yang tergenang air sehingga tanamannya rusak. Dengan kesiapan seperti ini, kita berharap penanganan bencana tidak membutuhkan waktu lama," ujar Lathifah.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Tumpukan sampah dapat menghambat aliran air dan memicu luapan yang menggenangi kawasan persawahan maupun permukiman warga.

"Penanganan bencana ini harus dilakukan secara gotong royong. Tidak mungkin Pemkab melaksanakan sendiri, Polres sendiri. Kita harus bekerja sama dalam satu komando," imbuhnya.

Melalui Apel Gelar Kesiapan Tanggap Bencana Hidrometeorologi ini, Polres Malang bersama Pemerintah Kabupaten Malang, TNI, BPBD, Basarnas, relawan, dan seluruh instansi terkait menegaskan komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Malang.

Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Bersama, kita siaga, tanggap, dan tangguh menghadapi bencana hidrometeorologi," ujarnya.