Kombes Putu Kholis mengatakan, pertemuan langsung membantu kepolisian memahami cara pandang dan persoalan yang dihadapi pelajar. Pertanyaan yang disampaikan para peserta juga menjadi pintu masuk untuk memberikan penjelasan secara tepat sebelum muncul kesalahpahaman atau keputusan yang merugikan.

"Kami ingin pelajar merasa aman untuk berbicara dan tidak menghadapi persoalan seorang diri. Ketika menemukan keadaan yang membingungkan atau berisiko, sampaikan kepada orang tua, guru, maupun kepolisian," ujar Kombes Putu Kholis dalam keterangannya, Selasa (22/9).

"Mencari bantuan merupakan langkah berani untuk melindungi diri dan masa depan," tambahnya.