"Kami ingin masyarakat memahami bahaya membuka lahan dengan cara membakar dan ikut berperan dalam mencegah karhutla. Melalui Polisi Berbagi Ilmu, anggota hadir untuk memberikan pemahaman, mendengar persoalan warga, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan," ujar Redi dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

Melalui pertemuan langsung, personel memberikan edukasi mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan serta mekanisme penyampaian informasi kepada kepolisian. Komunikasi dua arah ini menjadi ruang bagi warga untuk bertanya dan menyampaikan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

"Menjaga keamanan dan mencegah karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, kegiatan ini kami laksanakan secara berkelanjutan agar hubungan polisi dengan masyarakat semakin dekat dan warga semakin memahami peran yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungannya," tambahnya.

Program yang diinisiasi Kapolres OKU Selatan tersebut melibatkan satuan fungsi operasional dan Polsek jajaran. Selain pencegahan karhutla, materi edukasi mencakup layanan kepolisian, pencegahan tindak pidana, bahaya narkoba, keselamatan berlalu lintas, serta penggunaan media sosial secara aman dan bijak.