NADIKABAR.COM — Polri menggelar upacara pelepasan Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA Bhayangkara, yang akan bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah. Sebanyak 140 personel diterjunkan dalam tugas kemanusiaan itu.
Upacara pelepasan digelar di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Upacara dipimpin oleh Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Untung Widyatmoko.
Dalam amanatnya, Untung menyebut bahwa keikutsertaan personel Korps Bhayangkara merupakan amanat konstitusi UUD 1945 sekaligus komitmen nyata Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia. Dia menyebut, sejak 1989, Polri telah menugaskan sebanyak 3.704 personel peacekeeper di berbagai belahan dunia.
"Kontingen Garuda Bhayangkara yang saya banggakan, ingatlah selalu bahwa setiap langkah, sikap, dan tindakan kalian merupakan cerminan Indonesia. Kalian adalah duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia dan Polri di daerah penugasan," kata Untung membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Oleh karena itu, jaga kehormatan bangsa dan institusi Polri dengan senantiasa menjunjung tinggi disiplin, profesionalisme, dan integritas, serta hindari setiap bentuk pelanggaran," sambungnya.
Untung menjelaskan kontingen FPU 8 MINUSCA ini beranggotakan 140 personel gabungan, dengan rincian 114 polisi laki-laki dan 26 polisi wanita. Pasukan ini akan bertugas menggantikan Satgas FPU 7 yang telah merampungkan masa dinasnya.
"Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 8 Minusca yang insyaallah rencananya akan kami berangkatkan tanggal 10 Oktober ini. Dan kontingen terdiri atas 140 personel, yang terdiri 114 polki dan 26 polwan yang insyaallah akan kami tempatkan di Afrika Tengah atau Central Africa, di Bangui tepatnya. Dan nanti akan merotasi dari FPU yang lama, FPU 7," ungkap Untung.
Para personel, kata dia, akan mengemban misi di tengah situasi keamanan dan konstelasi politik yang dinamis di Bangui. Tugas utama mereka adalah memastikan perlindungan terhadap warga sipil.
"Fokusnya tentu saja eee menjadi tugas utama mereka untuk protection civilian, menjaga stabilitas keamanan politik di Bangui yang yang saat ini masih belum stabil," jelas Untung.
"Dan insyaallah pasukan ini akan bergabung dengan pasukan FPU-FPU dari negara-negara lain, dan Indonesia merupakan salah satu negara kontributor terbesar kelima untuk pasukan perdamaian PBB," lanjutnya.
Sementara itu, Dansatgas FPU 8 MINUSCA Kombes Pol Alex Tobing memaparkan seluruh anggota telah menjalani pelatihan pra-operasi (Latpraops) secara intensif selama tujuh bulan di Pusat Misi Internasional (Pusmis) Polri, Serpong, Tangerang Selatan.
Dia berharap Satgas FPU 8 dukungan dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Serta memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas global.
"Tentunya dalam kesempatan ini kami berharap doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia. Kami 140 personel dapat mewakili Polri melaksanakan penugasan di kancah internasional dan dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara di penugasan internasional," pungkas Alex.