Terkait jumlah personel yang diterjunkan, Isir menyebut pengaturan kekuatan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik situasi di wilayah masing-masing. Tiap-tiap Polda diberi kewenangan memetakan situasi dan menetapkan jumlah kekuatan sesuai karakteristik wilayah serta eskalasi potensi di lapangan.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, Polri mengintegrasikan fungsi operasional, pembinaan, pengawasan, hingga kesiapan tenaga kesehatan. Integrasi ini bertujuan agar proses pengamanan berjalan terukur, taat prosedur, serta mengutamakan keselamatan publik.

Selain aspek pengamanan, fasilitas medis juga turut disiagakan di lokasi aksi. Tim medis disiapkan tidak hanya bagi personel pengamanan, tetapi juga terbuka untuk peserta unjuk rasa yang sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan kesehatan.