Kekuatan awal terdiri dari 2 SSK Tim SAR dari Mako Padang Sarai, Kota Padang, serta 1 peleton dari Mako Yon B Kota Padang Panjang.

Penanganan di lapangan dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini dengan melibatkan personel Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta Polda Sumbar dan Satbrimob Polda Sumbar bersama BPBD Provinsi Sumbar, BPBD Kabupaten/Kota Solok serta Kodim 0309 Solok.

Untuk mendukung operasi penyelamatan, Polri mengerahkan berbagai perlengkapan SAR, antara lain 60 pelampung, 75 helm SAR, 40 cangkul, 40 sekop, 30 HT, 2 tali karmantel, 10 karabiner, 2 katrol, 5 body harness, 2 chain saw dan 1 genset.

Polri juga mengerahkan kendaraan operasional, antara lain 2 kendaraan water treatment, 1 kendaraan SAR, 1 Randurlap, 5 bus dan 2 truk, serta kendaraan operasional lainnya. Sementara untuk mempercepat pembersihan material, telah dikerahkan 1 ekskavator, 1 wheel loader dan 1 beko dozer.

Setibanya di lokasi, personel Polri bersama unsur gabungan langsung melakukan pencarian warga yang masih dilaporkan hilang serta pembersihan material banjir bandang dan longsor yang menutup akses masyarakat. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat empat korban luka, terdiri dari tiga orang luka ringan dan satu orang luka berat.

Korban luka ringan yaitu Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), dan Yurnalis (45). Sementara Muhammad Nur Zen (56) mengalami fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan dan telah dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang.

Sementara itu, dua warga masih dalam pencarian, yakni Dafi Arahman (21) dan Agusra (59). Tim SAR terus melakukan penyisiran di wilayah terdampak dengan memperhatikan kondisi medan dan potensi bencana susulan.

Bersamaan dengan pencarian, personel dan operator alat berat melakukan pembersihan material lumpur, batu dan kayu untuk membuka kembali akses jalan masyarakat. Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, Mapolres Solok disiapkan menjadi salah satu lokasi pengungsian bagi warga yang membutuhkan tempat aman.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 50 warga diperkirakan membutuhkan tempat pengungsian.Selain Mapolres Solok, lokasi pengungsian sementara juga disiapkan di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.