"Komunikasi antarwarga perlu terus diperkuat agar potensi gangguan dapat diketahui dan dicegah sejak dini," ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Jakarta Pusat, Dandim Jakarta Pusat, jajaran Polres, camat, lurah, dan unsur masyarakat. Dalam apel tersebut, warga juga diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan keluarga, termasuk mengawasi anak usia sekolah agar tidak berada di luar rumah hingga larut malam maupun terlibat aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan dan masa depannya.

Perwakilan unsur masyarakat menerima rompi Jaga Warga dan paket sembako secara simbolis. Peserta kemudian membacakan Deklarasi Jaga Jakarta yang berisi komitmen menolak tindakan anarkis dan perusakan, menjaga ketertiban, serta melaporkan potensi gangguan keamanan.