Vaksin yang diterima ketiganya sama seperti vaksin yang diberikan kepada kucing. Tujuannya agar harimau terlindungi dari tiga penyakit.

"Sungguh suatu kehormatan bisa bekerja dengan spesies harimau terlangka di dunia," kata Psaroudaki lagi.

Harimau Sumatera pada dasarnya adalah predator puncak. Ancaman utama kehadirannya adalah perburuan liar untuk mengambil kulit, tulang, dan taringnya.

Status harimau Sumatera yang terancam punah menurut laman Fauna dan Flora juga berkaitan erat dengan hilangnya habitat akibat perluasan perkebunan kelapa sawit, kopi, dan akasia. Akibatnya, mereka juga kehilangan mangsa untuk bertahan hidup.

Pemerintah Indonesia memperkirakan saat ini harimau Sumatera tersisa tidak lebih dari 600 ekor di alam liar. Mereka berkamuflase di hutan-hutan lebat wilayah Sumatera.

International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) mengklasifikasikan harimau Sumatera masuk ke dalam daftar merah spesies paling terancam punah (critically endangered). Untuk itu berbagai upaya konservasi dilakukan, termasuk kehadiran di kebun binatang global untuk membangun populasi cadangan.