Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin mengatakan CdM memiliki peran strategis dalam memimpin dan memastikan kebutuhan atlet terpenuhi selama kompetisi. Mereka juga menjadi penghubung antara atlet dengan penyelenggara terkait akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kebutuhan lainnya. Tidak kalah penting, CdM diminta turut menjaga kondisi mental atlet.

"Ketika mental mereka turun, kita sekaligus menjadi motivator untuk para atlet. Ini yang harus kita bantu dan kita tekankan pada acara kali ini," kata Taj Yasin.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan CdM Meeting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam Porprov XVII.

Pertemuan tersebut membahas berbagai kesiapan penyelenggaraan, mulai dari venue pertandingan, akomodasi, konsumsi, transportasi, keamanan, kesehatan, perangkat pertandingan, hingga aspek teknis dan pelayanan lainnya.

"Kami berharap seluruh peserta, khususnya Chef de Mission kontingen kabupaten/kota, memperoleh gambaran yang jelas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Porprov," ujar Sudjarwanto.

Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan mulai mempertandingkan sejumlah cabang olahraga pada 20 Oktober 2026. Pembukaan secara resmi dijadwalkan 25 Oktober dan seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2026. (anl/ega)