Ia mengungkapkan insiden tersebut menjadi catatan penting untuk penyelenggaraan Porprov berikutnya. Taj Yasin pun menekankan pentingnya evaluasi agar risiko cedera atlet dapat diminimalkan.

"Ke depannya harus ada evaluasi, kita minimalisir cedera pada atlet. Itu yang paling utama," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan persiapan Porprov XVIII di Kedu Raya perlu dilakukan sejak dini. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan venue pertandingan.

Berkaca dari penyelenggaraan Porprov XVII, sejumlah cabang olahraga harus digelar di luar wilayah tuan rumah karena keterbatasan fasilitas. Karena itu, kesiapan sarana dan prasarana menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dipersiapkan oleh daerah penyelenggara berikutnya.

"Pengalaman menunjukkan bahwa masih ada tiga cabang olahraga yang oleh tuan rumah tidak tersedia venue-nya," ucap Sujarwanto.