NADIKABAR.COM — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor), meningkat dari 48 cabor pada edisi sebelumnya. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 8-23 November 2026, dengan pembukaan pada 15 November.

Ketua Panitia Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penambahan 12 cabor bertujuan memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet dan organisasi olahraga di Banten untuk berkompetisi serta menunjukkan prestasi.

"Kita memberikan ruang bagi teman-teman cabor supaya bisa bergeliat, ikut berkompetisi, berlatih, dan menunjukkan prestasinya. Sebagai tuan rumah, kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh cabor di Provinsi Banten untuk mengekspresikan potensinya," kata Pilar dalam keterangan persnya.

Adapun daftar cabor yang akan dipertandingkan di Porprov VII Banten 2026, yaitu Anggar, Angkat Berat, Angkat Besi, Aquatic/Renang, Arung Jeram, Atletik, Balap Sepeda Barongsai, Bermotor, Billiard, Binaraga, Bola Basket, Floor Ball, E-Sport, Drumband, Dayung, Dance Sport, Cricket, Catur, Bulutangkis, Bridge, Bowling, Bola Voli, dan Bola Tangan.

Selain itu, Sepakbola, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Softball, Squash, Taekwondo, Tarung Derajat, Tenis Lapang, Tenis Meja, Tinju, Woodball, Wushu, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Pentathlon, Petanque, Pickleball, Rugby, Sambo, Selam, Selancar Ombak, Kurash, Kempo, Karate, Judo, Ju Jitsu, IBCA MMA, Hoki, Gymnastic/Senam, Gulat, Golf, Gateball, dan Futsal.

Panitia masih mematangkan proses verifikasi keabsahan atlet. Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov Banten 2026, Roni Alfanto, menyebutkan sebanyak 113 dari total 6.613 atlet yang diverifikasi belum memenuhi persyaratan administrasi.

Kendala yang ditemukan antara lain terkait kartu tanda penduduk (KTP) dan kelengkapan dokumen lainnya. Sebagian atlet masih berpeluang lolos jika dapat melengkapi persyaratan, sedangkan atlet yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk persyaratan KTP Banten, berpotensi dinyatakan tidak lolos.

Hasil pemeriksaan akan dibahas bersama perwakilan kontingen kabupaten dan kota melalui rapat Chef de Mission (CDM). Panitia selanjutnya akan menyampaikan hasil akhir verifikasi untuk memastikan seluruh peserta memenuhi ketentuan.

"Kalau mereka bisa melengkapi kekurangan administrasi, masih ada peluang untuk lolos. Tetapi, ada juga yang memang tidak bisa diperbaiki, misalnya atlet tidak memiliki KTP Banten, sementara persyaratan keikutsertaan mengharuskan hal tersebut," kata Roni.

Porprov Banten 2026 juga diharapkan melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk memperkuat kontingen Banten pada PON 2032. Banten nantinya bersama Lampung direncanakan menjadi tuan rumah PON 2032.

"Harapan kami, Porprov ini bisa menjadi miniatur PON. Banten nantinya menjadi tuan rumah PON, sehingga penyelenggaraan Porprov harus bisa berjalan dengan baik," Roni menegaskan.