Menurut Anet, logistik makanan dan minuman yang ada di posko tak hanya berasal dari anggota, melainkan banyak warga yang tiba-tiba datang menyumbang untuk logistik tambahan.

"Banyak banget tadi yang drop-off, yang langsung mengantarkan ke sini. Ada juga yang kemudian memberikan sumbangan berupa dana sehingga kami belanjakan untuk logistik," ujarnya.

Kendati demikian, Anet mengaku risih dengan kehadiran polisi yang mengelilingi lokasi posko. Pasalnya kehadiran polisi terasa mengancam keberadaan ruang kebebasan sipil.

Posko logistik juga yang tampak didirikan oleh Jakarta M3nyala. Cai, salah satu inisiator posko menyebut pihaknya sudah hadir sejak pukul 11.00 WIB di sekitar Bundaran HI. Ia mengakui bukan pertama kalinya persatuan warga dari Jakarta M3nyala mendirikan posko logistik untuk demo.

Pengumpulan logistik pun dilakukan tanpa koordinasi yang panjang. Warga yang ingin berkontribusi dapat hadir dan membawa bantuan secara langsung.