Ada pun anomali suhu permukaan laut (SST) di perairan Indonesia untuk periode September hingga November 2026 diprediksi didominasi kondisi normal hingga anomali negatif atau lebih dingin dengan kisaran nilai -0,5 hingga 0,2 derajat celsius.
Menurut Tri, kondisi perairan ini diprakirakan baru mulai menghangat pada Desember 2026. Sementara itu, madden-julian oscillation (MJO) tercatat aktif di fase 6 pada dasarian I bulan Agustus 2026.
"Memasuki dasarian I September 2026 (1-10 September), peluang terjadinya hujan di seluruh wilayah NTB tercatat sangat kecil, yaitu di bawah 10 persen," tegas Tri.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis terkait dengan kondisi tersebut. Peringatan dini terbagi dalam tiga tingkatan alert di NTB.