NADIKABAR.COM — Bencana banjir yang baru-baru ini melanda Bangkok dan beberapa provinsi di Thailand berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 6 sampai 12 miliar baht (sekitar Rp3,2 triliun hingga Rp6,3 triliun), tergantung seberapa cepat surutnya air banjir tersebut.
Menurut Presiden Universitas Kamar Dagang Thailand (UTCC), Thanavath Phonvichai, data dari Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana menunjukkan 27 provinsi telah terdampak, dengan sebagian besar wilayah yang tergenang terdiri atas permukiman penduduk dan beberapa lokasi bisnis daerah.
Menurut Phonvichai, taksiran kerugian ekonomi di Bangkok dan provinsi di sekitarnya mencapai 4 miliar hingga 9 miliar baht (sekitar Rp2,13 triliun hingga Rp4,79 triliun), jika operasi drainase selesai pada Kamis (1/10).