NADIKABAR.COM — Betrand Peto berhadapan dengan masalah hukum. Gak cuma dilaporkan terkait dugaan kekerasan seksual, dia juga menjadi saksi dua kasus lain buntut masalah itu.

Jakarta - Betrand Peto berhadapan dengan masalah hukum. Gak cuma dilaporkan terkait dugaan kekerasan seksual, dia juga menjadi saksi dua kasus lain buntut masalah itu.

Betrand Peto keluar dari Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Senin (21/9/2026) malam. Dia tersenyum santai. Foto: Pingkan Anggraini/NadiKabar

Didampingi kuasa hukumnya, Betrand sampai di Polda pada pukul 15.00 WIB. Dia datang untuk memenuhi panggilan sebagai saksi atas laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan oleh temannya, Bebby Hatami atau BH, terhadap DYP. Foto: Pingkan Anggraini/NadiKabar

"Ada laporan yang ini saksi dari laporan penganiayaan. Jadi, kita hormati ada ruang-ruang publik yang tidak bisa kita sampaikan. Ini saksi atas penganiayaan, laporan dari penganiayaan. Laporan dari temannya Onyo. Temannya Onyo. Jadi kita hormati penamaan-penamaan, kita hormati ya. Kira-kira seperti itu," kata pengacara Betrand, Timoty Ezra Simanjuntak, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026). Foto: Pingkan Anggraini/NadiKabar

Betrand mengaku dicecar sekitar 20 sampai 22 pertanyaan. Penyidik juga menggali keterlibatan para saksi yang berada di lokasi kejadian saat insiden di kelab malam SCBD itu terjadi. Timoty menegaskan, Onyo juga menyaksikan secara langsung peristiwa tersebut. Foto: Pingkan Anggraini/NadiKabar

Sebelumnya ANW melaporkan Betrand Peto atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Kemudian DYP (teman ANW) melaporkan Bebby Hatami, (teman Betrand) atas dugaan penganiayaan. DYP mengaku mengalami kekerasan fisik mencari penyebab dan tak terima ANW menangis. Foto: Pingkan Anggraini/NadiKabar